“Pembebasan” Mosul ala Koalisi Kuffar

This slideshow requires JavaScript.

Iraqi soldiers receive brutal, final order in last days of battle with IS – Kill anything that moves. Results can be found crushed into rubble.
Tentara Irak menerima perintah terakhir yang brutal di hari-hari terakhir peperangan dengan Islamic State: bunuhlah semua yang bergerak. Hasilnya bisa ditemukan hancur di bawah reruntuhan.

Iraqi army Major: “We killed them all. ISIS, men, women, children. That was the order: Kill anything or anyone left that moves.”
Mayor pasukan Irak: “Kami membunuh mereka semua. ISIS, pria, wanita, anak-anak. Itu adalah perintah: bunuhlah apa dan siapa saja yang tertinggal yang bergerak”

The order to kill everyone in Old City came at the same time as @HaiderAlAbadi announced the “liberation” of #Mosul.
Perintah untuk membunuh setiap orang di Kota Tua Mosul, datang bersamaan dengan Haidar al-Abadi mengumumkan “pembebasan” Mosul.

Iraqi army Major: “People from Mosul went down to the Tigris river to get water because they were dying of thirst and we killed them.”
Mayor tentara Irak: “Penduduk dari Mosul turun ke sungai Tigris untuk mendapatkan air karena mereka hampir mati kehausan, dan kami membunuhi mereka.”

Korban Warga Sipil di Mosul

civillians

Estimasi terbaru yang mengerikan di Mosul:

Lebih dari 40.000 (empat puluh ribu) warga sipil tewas.
Satu juta penduduk kehilangan tempat tinggal.

Mana warga dunia yang berduka? Kalau orang-orang kafir tidak berduka, tidak perlu dipersoalkan, karena mereka memang bukan saudara kita. Yang jadi masalah adalah kita sesama kaum muslimin. Kita akan terkena salah satu dari dua hal yang disebutkan dalam Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ

“Setiap muslim itu saudara bagi muslim yang lain. Tidak boleh menzhaliminya dan tidak boleh membiarkannya dizhalimi!” [HR. al-Bukhary]

Para penguasa negara-negara arab (muslim) yang ikut dalam Koalisi Syiah-Salibis untuk membombardir Mosul, sangat dikuatirkan termasuk orang yang ikut menzhalimi mereka. Sedang kita kaum muslimin yang tidak ikut dalam Koalisi tersebut, harus mengkuatirkan diri kita masing-masing, jangan sampai termasuk orang yang membiarkan mereka dizhalimi. Marilah kita mohon ampun kepada Allah dan mendoakan kaum muslimin di Mosul. Serta kita berusaha untuk menyadarkan kaum muslimin lainnya agar tidak ikut membantu atau mendukung atau merelakan kaum kafir menganiaya kaum muslimin.

 

Jumlah Bom Koalisi di Mosul

us bombs

Pentagon: Jumlah bom yang dijatuhkan oleh Koalisi Amerika di Mosul. 4374 bom di bulan Mei 2017, 4848 bom di bulan Juni 2017, setiap bom seberat 750 kg, 1 ton, atau 1,5 ton.
 
Silakan dihitung berapa ratus bom yang dijatuhkan setiap hari, berapa total beratnya, lihatlah kondisi bangunan yang hancur, dan bayangkan berapa banyak warga sipil yang tewas, terluka, dan terkubur di bawahnya. Itulah saudara-saudara kita. Tegakah kita berkoalisi dengan negara Salibis tersebut dalam propaganda “war on terror” yang zhalim itu?

Antara “Pembebasan” Mosul oleh Koalisi dan Pembebasan Mosul oleh Islamic State

Fakta Ofensif Mosul oleh Koalisi Iraq

Serbuan dimulai tanggal: 17/10/2016
Dianggap selesai tanggal: 10/07/2017
Rencana lamanya serbuan: 6 – 9 bulan
Lamanya serbuan: 9 bulan
Lokasi pertempuran: Mosul di wilayah Ninawa, Utara Iraq

Kubu Islamic State:
– 3.000-5.000 ribu pejuang IS
– 800.000 – 1 juta penduduk Sunni

Kubu Sekutu:
– 65.000-100.000 tentara ISF
– 16.000-24.000 polisi IFP & militan PMF
– 10.000-40.000 ribu tentara Kurdish Peshmerga
– 6.000 tentara US

Diantara pecahan unit yang menyertai ofensif Mosul:
– ISF Divisi 9, 15 & 16
– 3 Fast Response Forces Brigade
– 1 & 2 Motorized Brigade
– 2 IFP Brigade
– Beberapa regimen daripada ISOF
– Tentera Kurdish Peshmerga
– PMF (Hashd Shaabi)
– Hashd al-‘Ashairi (Sunni)
– Hashd Watani (Ninawa Guards)
– Tentara udara pakatan US (CJTFOIR)
– Tentara udara Iraq
– Batalion artileri Iraq
– Militan Kurdish PKK
– Militan Kurdish Yazidi YBŞ
– Assyrian NPU

Dilaporkan terbunuh:
– Lebih 10.000 tentara ISF
– Lebih 7.500 tentara Kurdish Peshmerga

Dilaporkan cedera:
– 10.000 tentara Kurdish Peshmerga

Jumlah bombardir atas Mosul:
– 29.000 oleh Amerika
– 6.000 oleh Prancis
– 1.000 oleh Inggris
– Lebih 1.000 oleh Koalisi US

Hasilnya:
– 80% barat Mosul musnah sepenuhnya
– 4 ribu mayat tertimbun dalam reruntuhan
– 7.200 penduduk Mosul dilaporkan dibunuh oleh serangan Koalisi US di pinggir kota

Perbandingan fakta sewaktu IS mengambil Mosul dari tentara Iraq (Juni 2014)

– 800 pejuang IS mengalahkan 60 ribu tentara ISF dan polisi IFP dalam waktu 6 hari
– Sebanyak 2.300 Humvee dan sejumlah besar senjata dan peluru menjadi ghanimah
– Minimum atau tiada kerusakan yang berarti
– Penduduk Mosul merayakan dan menyambut gembira kemenangan IS karena mereka dizalimi oleh kerajaan Iraq
– Selepas membebaskan Mosul, IS merebut kota-kota lain di Iraq dan Syria
– Akhirnya US membentuk Koalisi 60 negara untuk memerangi IS

Sumber:
1. sputniknews (https://t.co/Xyh39swIm9)
2. Hassan Ridha (https://t.co/dXC8izxcg0)
3. Aranews (http://aranews.net/2016/10/us-allies-prepare-largest-anti-isis-operation-northern-iraq-official/)
4. Airwars (https://t.co/Fw6W2DNh6L)
5. theguardian (https://t.co/k3WIcycPkL)
6. Journalist M. Fidai (https://t.co/cfZngAZVB6)
7. mosulyoon (https://t.me/mosulyoon)
8. Rudaw (http://www.rudaw.net/mobile/english/middleeast/iraq/090720171)
9. Ibu Haneefah (https://t.me/MilkShaykh/264)

Mass Civilian Casualties in Raqqa

Abu Youssef al-Australi (from Australia) *) explains the mass civilian casualties caused by US White Phosphorus strikes on Raqqa, Syria. The poor girl in this video, lost her parents and 4 sibling in US shelling. She died after few days because of infections cused by the burns in her body. Abu Youssef al-Australi then in other scene address ‘Old Trump’ and ‘Feminine Obama’: We are waiting for your soldiers in Raqqa.

*) Abu Youssef al-Australi aka Tareq Kamleh is an Australian medical doctor who travelled to Syria to join Islamic extremist group ISIL to work as a paediatrician. Abu Youssef has said he will never return to Australia.

Raqqa Sebelum dan Sesudah Bombardir Amerika

Ketika perhatian dunia sedang terperangah dengan tingkah Arab Saudi dkk yang memboikot sesamanya negara Arab dengan tuduhan terorisme; Amerika dan sekutunya tengah sibuk menggempur habis-habisan kota Raqqa, Islamic State. Ribuan warga sipil dibantai dan mengungsi. Gedung dan sarana publik yang sudah diperbaiki dan dibangun oleh Daulah, jadi luluh lantak. Setelah sebelumnya sudah berada dalam suasana kondusif di bawah naungan syariat Islam. Inilah dampak War on Terror yang digelar oleh Amerika dan negara-negara koalisinya. Gembong teroris syiah Bashar Assad dan sekutunya (Iran, Irak, Rusia, dll) bersama-sama dengan gembong teroris salibis Amerika dan sekutunya (negara-negara Eropa, dll); bersatu menyerbu dan membantai muslimin di Irak dan Suriah. Sedangkan Arab Saudi dkk tidak membuat langkah-langkah yang tegas, strategis, dan signifikan untuk menghentikan pembantaian sistematis yang dilakukan negara-negara kuffar terhadap kaum muslimin tersebut. Mereka malah sibuk mengurusi “teroris” ecek-ecek seperti Hamas dan Ikhwanul Muslimin, karena latah bergabung dalam propaganda busuk War on Terror yang dipimpin oleh Salibis Amerika.

*video suasana Raqqa yang damai dan ramai di bawah Islamic State menjadi porak poranda dan bersimbah darah akibat gempuran semena-mena Amerika dan sekutunya.

Raqqa Mulai Dibombardir dengan Bom Fosfor

WorldOnAlert @worldonalert (9 May 2017)
Impressive video shows heavy #US airstrikes with white phosphorus on #Raqqa City
#US army told civilians to flee #Raqqa, but bombed their boats. Then #US army told civilians to stay, but bombed them with white phosphorus.
Video menakjubkan memperlihatkan serangan udara Amerika dengan bom fosfor putih di atas kota Raqqa. Kabarnya, tentara Amerika sudah menyuruh warga sipil untuk meninggalkan Raqqa, tetapi membom perahu-perahu mereka. Kemudian tentara Amerika menyuruh warga sipil tinggal, tetapi membom mereka dengan fosfor putih.

Fosfor putih bisa mencairkan daging manusia hingga ke tulang. Ingat waktu Israel menggunakan itu terhadap Gaza? Sekarang Amerika menggunakannya atas Raqqa!