Para Pelajar Uyghur Diusir dari Mesir

@AbdugheniSabit on Twitter (4 July 2017)

 

Request by China the #Egyptian gov searching Uyghur students house by house and at airport in #Cairo and sending them back to #China @cnni
Atas permintaan dari Cina, pemerintah Mesir mencari para pelajar Uyghur dengan menyisir satu persatu rumah-rumah dan bandara di Kairo kemudian mengirim mereka kembali ke Cina.

Subhan Allah After Fajr Salaat I saw a news that yesterday around 50 #Uyghur students arrested in #Cairo because of Studying #Islam
Subhanallah! Setelah shalat Fajar, saya melihat berita bahwa kemarin sekitar 50 pelajar Uyghur telah ditahan di Kairo karena belajar Islam.

Where re u oh #Muslim scholars ? #Egyptian government has been arresting #Uyghur students in Egypt & sending them back to #China
Kemana kalian para Ulama dan intelektual muslim? Pemerintah Mesir telah menahan para pelajar Uyghur di Mesir dan mengirim mereka kembali ke Cina.

I know #Muslims are suffering everywhere but if Muslims don’t talk East #Turkestan issue the land became second #Andalusia in the East
Saya tahu bahwa muslimin sedang menderita di berbagai tempat tetapi jika muslimin tidak menyuarakan isu di Turkistan Timur, negeri itu akan menjadi Andalusia kedua di kawasan Timur.

Continue reading “Para Pelajar Uyghur Diusir dari Mesir”

Advertisements

War on Terror in China & Saudi

War on Terror (perang melawan terorisme) yang dimaksud dan dicanangkan oleh Amerika ke seluruh dunia adalah perang melawan Islam dan muslimin yang menghendaki penegakan syariat Islam secara kaffah di muka bumi ini. Maka negara manapun yang mengikuti propaganda mereka, apalagi berkoalisi dengan mereka dalam kampanye War on Terror tersebut; sadar atau tak sadar, cepat atau lambat, akan digiring untuk melawan Islam dan memusuhi kaum muslimin. Itulah yang terjadi pada kasus Arab Saudi yang saat ini sedang sibuk memboikot dan memusuhi, sesamanya negara Arab dan muslim, Qatar.

Dahulu Arab Saudi tidak menganggap Hamas dan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris, sekarang mereka memasukkannya dalam daftar teroris. Dahulu mereka bersahabat dengan Ulama seperti Yusuf al-Qaradhawy, bahkan sempat menganugerahinya penghargaan atas sumbangsihnya bagi dunia Islam. Kini mereka mencapnya sebagai teroris. Kenapa bisa begitu? Jangan heran. Karena Arab Saudi mengikuti genderang War on Terror yang ditabuh oleh Amerika, bahkan mereka berkoalisi dengan kafir harbi tersebut. Berkoalisi dengan Amerika dalam War on Terror berarti menjadikan Amerika sebagai mitra dan pemimpin (Wali) mereka dalam memerangi Islam dan muslimin. Na’udzu billah min dzalik!

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai wali (teman dekat atau pemimpin); mereka satu sama lain saling melindungi. Barangsiapa di antara kamu menjadikan mereka wali, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” [QS. Al-Ma’idah 5:51]

Sebelum terlambat, Arab Saudi, negara yang di dalamnya terdapat qiblat ummat Islam sedunia, harus segera bertaubat dan menarik diri dari koalisi War on Terror yang dipimpin kaum kuffar tersebut. Meskipun resikonya tentu akan menerima pemboikotan, pengucilan dan tekanan-tekanan politik, ekonomi, bahkan militer.

Kalau tidak, lambat laun Arab Saudi akan menjadi alat propaganda yang efektif bagi Amerika Serikat untuk mencuci-otak kaum muslimin agar menerima Islam moderat versi mereka. Islam yang tidak mengenal Jihad dan tidak punya cita-cita Litakuna Kalimatullah Hiyal ‘Ulya (menjadikan Syariat Allah sebagai hukum tertinggi di dunia), apalagi untuk berjuang bersama al-Mahdi menegakkan Khilafah Islamiyah. Itulah yang sedang berproses sekarang.

“Maka, kamu akan melihat orang-orang yang hatinya berpenyakit segera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata, kami takut akan mendapat bencana. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya, sehingga mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [QS. Al-Ma’idah 5:52]

*video war on terror yang dijalankan oleh Cina terhadap kaum muslimin di Xinjiang sudah sampai ke stadium akut. anak-anak dilarang ke masjid, madrasah ditutup, janggut dan jilbab dilarang, bahkan nama-nama yang berbau Islam pun dilarang.