Mass Civilian Casualties in Raqqa

Abu Youssef al-Australi (from Australia) *) explains the mass civilian casualties caused by US White Phosphorus strikes on Raqqa, Syria. The poor girl in this video, lost her parents and 4 sibling in US shelling. She died after few days because of infections cused by the burns in her body. Abu Youssef al-Australi then in other scene address ‘Old Trump’ and ‘Feminine Obama’: We are waiting for your soldiers in Raqqa.

*) Abu Youssef al-Australi aka Tareq Kamleh is an Australian medical doctor who travelled to Syria to join Islamic extremist group ISIL to work as a paediatrician. Abu Youssef has said he will never return to Australia.

Raqqa Sebelum dan Sesudah Bombardir Amerika

Ketika perhatian dunia sedang terperangah dengan tingkah Arab Saudi dkk yang memboikot sesamanya negara Arab dengan tuduhan terorisme; Amerika dan sekutunya tengah sibuk menggempur habis-habisan kota Raqqa, Islamic State. Ribuan warga sipil dibantai dan mengungsi. Gedung dan sarana publik yang sudah diperbaiki dan dibangun oleh Daulah, jadi luluh lantak. Setelah sebelumnya sudah berada dalam suasana kondusif di bawah naungan syariat Islam. Inilah dampak War on Terror yang digelar oleh Amerika dan negara-negara koalisinya. Gembong teroris syiah Bashar Assad dan sekutunya (Iran, Irak, Rusia, dll) bersama-sama dengan gembong teroris salibis Amerika dan sekutunya (negara-negara Eropa, dll); bersatu menyerbu dan membantai muslimin di Irak dan Suriah. Sedangkan Arab Saudi dkk tidak membuat langkah-langkah yang tegas, strategis, dan signifikan untuk menghentikan pembantaian sistematis yang dilakukan negara-negara kuffar terhadap kaum muslimin tersebut. Mereka malah sibuk mengurusi “teroris” ecek-ecek seperti Hamas dan Ikhwanul Muslimin, karena latah bergabung dalam propaganda busuk War on Terror yang dipimpin oleh Salibis Amerika.

*video suasana Raqqa yang damai dan ramai di bawah Islamic State menjadi porak poranda dan bersimbah darah akibat gempuran semena-mena Amerika dan sekutunya.