Penyakit Wahn dan Penguasa Arab

​Ummat Islam banyak, sangat banyak. Dari segi materi cukup kaya, dari segi militer lumayan kuat. Kenapa takut kepada yahudi zionis yang secuil dan pengecut itu. Jawabannya sudah diungkap oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sejak dahulu. Penyakit wahn (cinta dunia takut mati) dan meninggalkan Jihad. Para ulama, da’i dan aktifis muslim sudah mengetahui dan mengakui hal ini. Jadi kenapa kita mesti malu-malu, takut-takut, atau ragu-ragu untuk mengakui sejumlah kesalahan para penguasa Arab dalam konflik di Timur Tengah? Bukankah para penguasa itulah yang paling rentan dan rawan terkena penyakit wahn? Disamping paling bertanggung jawab mengarahkan dan menggerakkan ummat? Mengakui dan menyadari hal ini adalah point awal yang sangat penting bagi ummat Islam untuk mendorong perubahan total menuju kejayaan dan kemenangan Islam dan muslimin. Ayo para da’i dan aktifis!

video: nasyid penyemangat, jundullah!

Advertisements

Nasyid Saufa Namdhi (Arab-Indonesia)

Salah satu Sunnah (tradisi) Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para Sahabat beliau adalah melantunkan atau mendendangkan nasyid dalam situasi yang berat dan sukar. Misalnya ketika sedang berjaga (ribath) di garis pertahanan, berjalan menuju medan jihad, atau bekerja bakti, dan sebagainya. Nasyid tersebut berisi syair-syair yang memberi semangat juang, mengingatkan kepada Allah dan hari akhirat. Tradisi semacam ini terus dilanjutkan oleh para mujahidin dari zaman ke zaman. Seperti kita lihat, bagaimana para mujahidin Islamic State, dalam situasi berat di medan ribath dan jihad, mereka justru makin kreatif menggubah berbagai nasyid islami. Meskipun Tilawah al-Quran tetap menjadi prioritas wirid rutin harian. Nasyid tersebut hanya dilantunkan sesekali di sela-sela aktifitas berat untuk menghibur sesama ikhwan mujahidin sekaligus membangkitkan spirit ruh jihad.