Kenapa Islam Dimusuhi Kuffar dan Munafiqun?

أفكار أعداء الأنبياء واحدة تختلف صيغتها، فحتى قريش تريد عزل الإسلام عن الحياة، قالوا لأبي بكر (أعبد ربك في دارك وصل واقرأ ولا تعلن وتؤذينا)

​”Pemikiran musuh-musuh para Nabi adalah satu (sama), hanya berbeda bentuknya. Bisa dilihat sampai Quraisy pun ingin menyingkirkan Islam dari kehidupan. Mereka berkata kepada Abu Bakar, “Sembahlah Tuhanmu di rumahmu, shalatlah, dan bacalah al-Quran. Tapi jangan engkau hujat dan ganggu (sembahan-sembahan dan tradisi) kami!” 

Kenapa Islam dimusuhi oleh kaum kuffar dan munafiqun? 

Pertama, karena Islam tidak hanya menyuruh orang berbuat baik tetapi juga melarang orang berbuat mungkar. Maka engkau melihat orang-orang kafir dan munafiq setuju dan mempersilakan kaum muslimin berbuat baik dan menyuruh manusia berbuat baik. Tetapi mereka tidak suka dan tidak mau melihat Islam melarang mereka berbuat mungkar dan maksiat.

Kedua, karena Islam bukanlah agama yang hanya mengatur urusan pribadi seseorang dengan Tuhannya, ataupun aturan yang berlaku dalam lingkup keluarga belaka. Tetapi Islam adalah aqidah, ibadah, akhlaq, dan hukum yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, dan negara.

Ketiga, karena untuk menegakkan Islam secara kaffah (utuh dan menyeluruh) itu, Islam tidak berhenti hanya lewat jalan dakwah dan tarbiyah membina pribadi dan masyarakat dengan cara-cara persuasif dan kultural semata. Melainkan Islam juga mengarahkan ummatnya untuk membangun tanzhim dan mendirikan daulah yang memiliki kekuatan hukum dan sistem struktural.

Keempat, karena sistem hukum dan kekuasaan yang dituju oleh Islam tidak hanya berhenti pada suatu negara yang dibatasi oleh teritorial. Islam bahkan mengasaskan dan mencita-citakan suatu Khilafah Islamiyah yang memimpin seluruh ummat manusia di bumi ini

Faktor keempat inilah yang saat ini sedang dicemaskan oleh sistem kekuasaan sekuler yang mencengkram dunia. Kubu kuffar (salibis dan zionis), musyrikun (syiah) dan munafiqun bersatu untuk menggagalkan tegaknya Khilafah. Gema dan gaungnya semakin kuat sehingga dunia berguncang hebat yang episentrumnya berada di bumi Syam.

Itulah karakteristik Islam yang diturunkan oleh Allah, Tuhan semesta alam, yang membuat kaum kuffar dan munafiqun yang mewakili poros kekuatan Iblis dan Dajjal, mati-matian memusuhi Islam. Memang pahit untuk mengungkapkan fakta ini, dan lebih berat lagi mengemban amanah Islam yang dibebankan ke pundak kita, ummat Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang ditakdirkan berada di akhir zaman.

Advertisements

Shalat Idul Fitri 1438 di Amerika dan Rusia

Shalat Idul Fitri di kota Chicago, Amerika:

This slideshow requires JavaScript.

Jutaan muslimin dan muslimat menghadiri Shalat Idul Fitri di masjid raya Moskow Rusia:

Fakta nyata, kaum muslimin adalah banyak dan berpotensi besar. Kita tidak berada di “periode Makkiyah” ketika ummat Islam masih lemah dan minoritas. Kalau di berbagai wilayah, Islam dilecehkan dan hukum Islam diabaikan; di berbagai wilayah, kaum muslimin ditindas dan dizhalimi; tidak ada udzur dan alasan bahwa kita belum sanggup menegakkan Islam dan membela kaum muslimin. Islam tidak tegak dan ummat Islam dizhalimi; karena kita telah terkena penyakit “wahn” (cinta dunia dan takut mati). Kita meninggalkan Jihad dan Jamaah (Persatuan ummat Islam sedunia di atas dasar Syariat dan Daulah). Kita merasa aman dan nyaman dengan sistem sekuler dan pengkotak-kotakan ummat Islam dalam nation state, yang sudah berjalan sekian lama. Yang mengebiri potensi dan keinginan kita untuk bersatu dan menegakkan Jamaah atau Khilafah Islamiyah yang mengatur dunia. Padahal itulah taqdir dan amanah yang dibebankan kepada kita ummat Islam. 

Karakter Iblis dan Kuffar

Para thaghut dan pentolan-pentolan kuffar yang mengerti alur peta sejarah sesungguhnya sadar bahwa cepat atau lambat, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka; ummat Islam pasti akan meraih kembali kejayaan di akhir zaman, dan Khilafah Islamiyah akan kembali tegak di atas manhaj kenabian. Namun mereka tetap ngeyel, ngotot, dan berjuang sekuat tenaga dengan berbagai tipu-daya, makar dan agresi untuk mencegah kemenangan ummat Islam dan membendung kemunculan Khilafah. Mereka tetap berusaha agar sebanyak mungkin manusia bergabung di kubu kuffar, berusaha agar banyak kaum muslimin yang lemah iman bisa murtad, menjadi munafqin dan bergabung dalam barisan mereka. Meskipun sadar bahwa pada akhirnya kubu mereka yang kufur dan zhalim itu akan kalah dan kubu muslim yang mu’min dan adil itu akan menang.

Persis seperti keadaan Iblis yang malang-melintang di bumi ini memusuhi Nabi Adam dan anak keturunannya hingga hari kiamat. Meskipun telah yakin bahwa pada akhirnya ia akan dilemparkan dan dihinakan ke dalam neraka Jahannam. Misinya tetap berjalan untuk menyesatkan ummat manusia dan menyeret sebanyak mungkin manusia masuk ke dalam neraka bersamanya. Demikianlah karakteristik Iblis yang telah merasuk ke dalam jiwa para petinggi kuffar.

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam Neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan, agar Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam Neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi.” [QS. Al-Anfal 8:36-37]

“(Keadaan kaum kafir dan munafiqun itu) seperti (keadaan) syaitan ketika berkata kepada manusia, Kafirlah kamu! Kemudian ketika manusia itu menjadi kafir ia berkata, Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.” Maka kesudahan bagi keduanya, bahwa keduanya masuk ke dalam neraka, kekal di dalamnya. Demikianlah balasan bagi orang-orang zalim.” [QS. Al-Hasyr 59:16-17]