Makin Memperbanyak Istigfar

Ada dua keadaan, kita harus makin memperbanyak Istighfar. Pertama, ketika kita merasa banyak berbuat dosa. Ini mudah difahami. Kedua, ketika kita merasa sedikit berbuat dosa. Karena hal itu menandakan kita sedang lalai, hati kita kurang bersih sehingga tidak bisa melihat dosa-dosa yang samar. Kita lalai dengan banyaknya kemungkaran di sekitar kita yang belum kita cegah, kita lalai dengan hak-hak kaum fakir-miskin di sekitar kita yang kesulitan mendapatkan makanan pokok dan pakaian layak, kita lalai dengan jutaan saudara-saudara kita yang dizhalimi oleh kaum kuffar tanpa kita bisa membela, kita lalai dengan agungnya hak Allah dan banyaknya nikmat Allah yang belum bisa kita ibadahi dan syukuri. Hati kita kotor, tidak mampu menangkap dosa-dosa samar (bukan berarti dosa kecil) yang pasti sering hinggap pada diri kita. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak mungkin bohong dan bukan basa-basi ketika beliau bersabda: “SETIAP anak Adam pasti banyak dan sering berbuat dosa dan kesalahan (khatthaa’uun).” Bahkan boleh jadi, kita merasa sedikit berbuat dosa karena hati kita sedang terkena penyakit UJUB dan KIBR (sombong). Padahal Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak masuk surga orang yang ada kibr dalam hatinya meskipun hanya seberat dzarrah”. Na’udzu billah min dzalik!

http://www.facebook.com/adifitrah