Menjaga dan Menambah Iman di Akhir Zaman

Menambah ilmu itu mudah, menambah iman itu yang susah. Karena hal itu terkait dengan bagaimana sikap hati kita ketika menuntut ilmu. Mampukah kita memunculkan getaran rasa takut kepada Allah ketika mendengar atau membaca ayat-ayat-Nya? Mampukah kita menghadirkan niat untuk mengamalkan ilmu itu? Mampukah kita mengikis ujub, menganggap diri selalu benar dan merasa lebih baik daripada orang lain? Mampukah kita menjaga rasa cinta kepada sunnah dan mampukah rasa benci kepada setiap kemungkaran? Mampukah kita menjaga sikap santun dan lembut kepada sesama mu’min dan menjaga sikap tegas dan keras kepada orang-orang kafir? Mampukah kita memupuk dalam hati kita cita-cita untuk berjihad meninggikan Kalimat Allah di muka bumi? Mampukah kita menjaga sikap agar tidak menjadikan sistem kekuasaan sekuler sebagai wali atau ulil amri kita? Mampukah kita tegar dalam menghadapi celaan dan cobaan hidup di akhir zaman yang mengepung dari segala penjuru kita dengan syubhat (ajaran sesat), syahwat (godaan nafsu) dan teror (intimidasi mental dan fisik terhadap muslimin yang bercita-cita menegakkan Islam kaffah)!