Penyakit Wahn dan Penguasa Arab

​Ummat Islam banyak, sangat banyak. Dari segi materi cukup kaya, dari segi militer lumayan kuat. Kenapa takut kepada yahudi zionis yang secuil dan pengecut itu. Jawabannya sudah diungkap oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sejak dahulu. Penyakit wahn (cinta dunia takut mati) dan meninggalkan Jihad. Para ulama, da’i dan aktifis muslim sudah mengetahui dan mengakui hal ini. Jadi kenapa kita mesti malu-malu, takut-takut, atau ragu-ragu untuk mengakui sejumlah kesalahan para penguasa Arab dalam konflik di Timur Tengah? Bukankah para penguasa itulah yang paling rentan dan rawan terkena penyakit wahn? Disamping paling bertanggung jawab mengarahkan dan menggerakkan ummat? Mengakui dan menyadari hal ini adalah point awal yang sangat penting bagi ummat Islam untuk mendorong perubahan total menuju kejayaan dan kemenangan Islam dan muslimin. Ayo para da’i dan aktifis!

video: nasyid penyemangat, jundullah!

Bacaan al-Quran di Waktu Dunia Sempit

Bacaan al-Quran akan lebih berkesan dan lebih mudah diserap makna-makna dan pesan-pesannya, bila hati kita dalam keadaan tenang dan bening, pasrah kepada Allah, meninggalkan ambisi dunia dan menghadap ke akhirat. Itulah sebabnya bacaan al-Quran di bulan Ramadhan lebih berkesan, ketika perut lagi kosong, badan sedang lemah, justru jiwa kita menjadi lebih kuat dan tajam. Ketika kita merasa lemah dan pasrah kepada Allah, nafsu sedang dinon-aktifkan dan hati kita tertuju kepada ibadah dan akhirat, di waktu itulah ayat-ayat al-Quran menggores tajam di dalam qalbu dan pantulan makna-maknanya mudah ditangkap.

Firman Allah Ta’ala yang terjemahannya:

“Apabila Kami telah selesai membacakan al-Quran itu maka ikutilah bacaannya. Kemudian atas tanggungan Kami lah penjelasannya. Tetapi sayang kalian mencintai dunia dan meninggalkan akhirat!” [QS al-Qiyamah 75:18-20]

*video bacaan al-Quran ust. Nafis Yakub lebih hidup dan berkesan ketika beliau sedang meringkuk di penjara, ketika jiwa pasrah dan terhalang dari dunia.