Apakah Tragedi Rab’ah Terulang di Qatar?

*photo: satu grup angkatan bersenjata Turki telah tiba di Qatar untuk memulai latihan militer gabungan

By: Nandang Burhanudin

(1) Lupakan kajian Sunnah dari ustadz Sunnah yang perangai dan sikap politiknya tidak sesuai Sunnah. Politik Sunnah yang dimaksud, negara harus menjadi pelindung agama, nyawa, harta, kehormatan, generasi, dan lingkungan.

(2) Dimana para ustasz Sunnah, ketika Abdurrahman Rasyid, seorang intel Saudi yang menyamar menjadi wartawan dan menguasai media semisal AlArabiyah dan Asy-Syarq Ausath. Ia mengancam negara berdaulat Qatar, akan di”rab’ah”kan.

(3) Tragedi Rab’ah, pembantaian ribuaan jamaah antikudeta dibantai di bulan Ramadhan usai peringatan Lailatul Qadar. Tidak hanya dibantai, mereka dibakar untuk kemudian disiram air tinja sebelum jasadnya dibuang percuma.

Continue reading “Apakah Tragedi Rab’ah Terulang di Qatar?”

13 Tuntutan Arab Saudi dan Sekutunya Soal Konflik Diplomatik dengan Qatar

Foto: Tak lama setelah pemboikotan Qatar oleh Arab Saudi, dengan alasan utama dukungan Qatar terhadap Iran, Arab Saudi justru mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Iran, Haidar al-Abadi.

SILAKAN BACA TIGA BELAS TUNTUTAN YANG SANGAT TIDAK MASUK AKAL INI DAN PERHATIKAN BETAPA KENTAL PENGARUH AMERIKA DALAM KRISIS QATAR INI.

Okezone (24 Juni 2017)

ARAB Saudi dan sekutunya mengeluarkan 13 ultimatum yang menuntut Qatar memenuhi semua isi perjanjian jika ingin mengakhiri konflik diplomatik di antara mereka. Seruan itu kabarnya bersifat rahasia, tetapi isinya bocor juga ke publik.

Continue reading “13 Tuntutan Arab Saudi dan Sekutunya Soal Konflik Diplomatik dengan Qatar”

[Video] Tadabbur Pentingnya al-Wala’ wal-Bara’ di Akhir Zaman

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai wali (mitra, koalisi, pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah.” [QS. An-Nisa’ 4:138-139]

War on Terror Pasca Riyadh Summit

Krisis Qatar memang memalukan. Gempuran Koalisi atas Raqqah memang memilukan. Tapi itu hanyalah akibat dari krisis al-Wala’ wal Bara’ yang menimpa ummat Islam khususnya pemerintahnya. Qatar memang merana dan Suriah jelas menderita, tapi semua itu hanyalah musibah yang dirasakan di dunia ini. Namun musibah terbesar adalah musibah atas agama yang akan ditanggung di dunia dan di akhirat. Kesalahan para pemimpin dunia Arab yang berkoalisi, menjadikan kuffar Amerika sebagai wali, mitra dan pimpinan mereka dalam program War on Terror. Suatu propaganda palsu yang targetnya adalah memerangi Islam dengan Ghazwul Fikri (perang pemikiran) dan memerangi muslimin dengan Ghazwul ‘Askari (perang militer). Data dan faktanya sudah terpampang sangat banyak dan jelas. Kalau Allah Ta’ala sudah berulang-ulang mengancam dan memperingatkan kita dalam al-Quran agar tidak berkoalisi dengan kaum kuffar, apa lagi yang perlu diragukan? 

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang yang di luar kalanganmu (orang kafir) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti.” [QS. Ali ‘Imran 3:118]

Pasca #RiyadhSummit yang melahirkan International Center to Combat Terrorism (Pusat Internasional untuk Memerangi Terorisme) di Riyadh, Arab Saudi; ummat Islam harus terus diingatkan untuk kritis dan waspada. Krisis Qatar dan penghancuran Raqqah hanyalah pemanasan. Pembunuhan karakter Hamas dan Ikhwanul Muslimun sebagai organisasi teroris baru langkah awal. Tidak menutup kemungkinan setelahnya, semua gerakan dakwah akan digulung satu persatu, termasuk dakwah salafiyah. Jalan ke arah sana sudah dirintis dan dimulai. Target final War on Terror terhadap Islam sangat jelas; ajaran Jihad dan cita-cita Islam Kaffah termasuk Khilafah Islamiyah adalah ajaran radikalisme yang harus dihapus dari Islam. 

“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti Millah mereka. Katakanlah, Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.” [QS. Al-Baqarah 2:120]

*video pembicaraan kaum kuffar untuk mengubah buku-buku pengajaran Islam.

HAKIKAT WAR ON TERROR ADALAH MEMERANGI ISLAM DENGAN GHAZWUL FIKRI (PERANG PEMIKIRAN) DAN MEMERANGI MUSLIMIN DENGAN GHAZWUL ‘ASKARI (PERANG MILITER). BERKOALISI DENGAN KUFFAR DALAM WAR ON TERROR BERARTI MENJADIKAN KUFFAR SEBAGAI WALI, MITRA DAN PIMPINAN DALAM MEMERANGI ISLAM DAN MUSLIMIN.

International Center to Combat Terrorism In Riyadh

​World Leaders Inaugurate International Center to Combat Terrorism In Riyadh

An international center to combat terrorism was launched at the end of the “Islamic-American Summit,” which took place during US president Donald Trump’s visit to Riyadh.

Trump also told a group of journalists on Thursday including Al Arabiya News Channel’s correspondent in Washington that the US will be encouraging the creation of NATO-style organization to combat terrorism in the Middle East.

Riyadh hosted on Saturday and Sunday three anticipated summits during Trump’s visit to Saudi Arabia with nearly 50 leaders, mainly from the Muslim world will be attending.

“We want to convey a message to the West and the world that the Muslim world is not an enemy.”

Jubeir said that Saudi Arabia wants to send a message to the West that the Muslim world is “not an enemy,” adding the Riyadh comes second after the United States in the fight against ISIS.

The foreign minister said both US and Saudi agree on eliminating terror groups such as ISIS.

He added: “We are the second army after the US military in the international coalition against terrorism.” “The efforts will be an effective partnership between the Islamic world and the West in general to combat terrorism.”

source: https://english.alarabiya.net/en/News/gulf/2017/05/18/An-international-center-to-combat-terrorism-to-be-launched-at-the-Riyadh-summit.html

Raqqa Sebelum dan Sesudah Bombardir Amerika

Ketika perhatian dunia sedang terperangah dengan tingkah Arab Saudi dkk yang memboikot sesamanya negara Arab dengan tuduhan terorisme; Amerika dan sekutunya tengah sibuk menggempur habis-habisan kota Raqqa, Islamic State. Ribuan warga sipil dibantai dan mengungsi. Gedung dan sarana publik yang sudah diperbaiki dan dibangun oleh Daulah, jadi luluh lantak. Setelah sebelumnya sudah berada dalam suasana kondusif di bawah naungan syariat Islam. Inilah dampak War on Terror yang digelar oleh Amerika dan negara-negara koalisinya. Gembong teroris syiah Bashar Assad dan sekutunya (Iran, Irak, Rusia, dll) bersama-sama dengan gembong teroris salibis Amerika dan sekutunya (negara-negara Eropa, dll); bersatu menyerbu dan membantai muslimin di Irak dan Suriah. Sedangkan Arab Saudi dkk tidak membuat langkah-langkah yang tegas, strategis, dan signifikan untuk menghentikan pembantaian sistematis yang dilakukan negara-negara kuffar terhadap kaum muslimin tersebut. Mereka malah sibuk mengurusi “teroris” ecek-ecek seperti Hamas dan Ikhwanul Muslimin, karena latah bergabung dalam propaganda busuk War on Terror yang dipimpin oleh Salibis Amerika.

*video suasana Raqqa yang damai dan ramai di bawah Islamic State menjadi porak poranda dan bersimbah darah akibat gempuran semena-mena Amerika dan sekutunya.

War on Terror in China & Saudi

War on Terror (perang melawan terorisme) yang dimaksud dan dicanangkan oleh Amerika ke seluruh dunia adalah perang melawan Islam dan muslimin yang menghendaki penegakan syariat Islam secara kaffah di muka bumi ini. Maka negara manapun yang mengikuti propaganda mereka, apalagi berkoalisi dengan mereka dalam kampanye War on Terror tersebut; sadar atau tak sadar, cepat atau lambat, akan digiring untuk melawan Islam dan memusuhi kaum muslimin. Itulah yang terjadi pada kasus Arab Saudi yang saat ini sedang sibuk memboikot dan memusuhi, sesamanya negara Arab dan muslim, Qatar.

Dahulu Arab Saudi tidak menganggap Hamas dan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris, sekarang mereka memasukkannya dalam daftar teroris. Dahulu mereka bersahabat dengan Ulama seperti Yusuf al-Qaradhawy, bahkan sempat menganugerahinya penghargaan atas sumbangsihnya bagi dunia Islam. Kini mereka mencapnya sebagai teroris. Kenapa bisa begitu? Jangan heran. Karena Arab Saudi mengikuti genderang War on Terror yang ditabuh oleh Amerika, bahkan mereka berkoalisi dengan kafir harbi tersebut. Berkoalisi dengan Amerika dalam War on Terror berarti menjadikan Amerika sebagai mitra dan pemimpin (Wali) mereka dalam memerangi Islam dan muslimin. Na’udzu billah min dzalik!

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai wali (teman dekat atau pemimpin); mereka satu sama lain saling melindungi. Barangsiapa di antara kamu menjadikan mereka wali, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” [QS. Al-Ma’idah 5:51]

Sebelum terlambat, Arab Saudi, negara yang di dalamnya terdapat qiblat ummat Islam sedunia, harus segera bertaubat dan menarik diri dari koalisi War on Terror yang dipimpin kaum kuffar tersebut. Meskipun resikonya tentu akan menerima pemboikotan, pengucilan dan tekanan-tekanan politik, ekonomi, bahkan militer.

Kalau tidak, lambat laun Arab Saudi akan menjadi alat propaganda yang efektif bagi Amerika Serikat untuk mencuci-otak kaum muslimin agar menerima Islam moderat versi mereka. Islam yang tidak mengenal Jihad dan tidak punya cita-cita Litakuna Kalimatullah Hiyal ‘Ulya (menjadikan Syariat Allah sebagai hukum tertinggi di dunia), apalagi untuk berjuang bersama al-Mahdi menegakkan Khilafah Islamiyah. Itulah yang sedang berproses sekarang.

“Maka, kamu akan melihat orang-orang yang hatinya berpenyakit segera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata, kami takut akan mendapat bencana. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya, sehingga mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [QS. Al-Ma’idah 5:52]

*video war on terror yang dijalankan oleh Cina terhadap kaum muslimin di Xinjiang sudah sampai ke stadium akut. anak-anak dilarang ke masjid, madrasah ditutup, janggut dan jilbab dilarang, bahkan nama-nama yang berbau Islam pun dilarang.