Jumlah Bom Koalisi di Mosul

us bombs

Pentagon: Jumlah bom yang dijatuhkan oleh Koalisi Amerika di Mosul. 4374 bom di bulan Mei 2017, 4848 bom di bulan Juni 2017, setiap bom seberat 750 kg, 1 ton, atau 1,5 ton.
 
Silakan dihitung berapa ratus bom yang dijatuhkan setiap hari, berapa total beratnya, lihatlah kondisi bangunan yang hancur, dan bayangkan berapa banyak warga sipil yang tewas, terluka, dan terkubur di bawahnya. Itulah saudara-saudara kita. Tegakah kita berkoalisi dengan negara Salibis tersebut dalam propaganda “war on terror” yang zhalim itu?
Advertisements

Mass Civilian Casualties in Raqqa

Abu Youssef al-Australi (from Australia) *) explains the mass civilian casualties caused by US White Phosphorus strikes on Raqqa, Syria. The poor girl in this video, lost her parents and 4 sibling in US shelling. She died after few days because of infections cused by the burns in her body. Abu Youssef al-Australi then in other scene address ‘Old Trump’ and ‘Feminine Obama’: We are waiting for your soldiers in Raqqa.

*) Abu Youssef al-Australi aka Tareq Kamleh is an Australian medical doctor who travelled to Syria to join Islamic extremist group ISIL to work as a paediatrician. Abu Youssef has said he will never return to Australia.

Shalat Idul Fitri 1438 di Amerika dan Rusia

Shalat Idul Fitri di kota Chicago, Amerika:

This slideshow requires JavaScript.

Jutaan muslimin dan muslimat menghadiri Shalat Idul Fitri di masjid raya Moskow Rusia:

Fakta nyata, kaum muslimin adalah banyak dan berpotensi besar. Kita tidak berada di “periode Makkiyah” ketika ummat Islam masih lemah dan minoritas. Kalau di berbagai wilayah, Islam dilecehkan dan hukum Islam diabaikan; di berbagai wilayah, kaum muslimin ditindas dan dizhalimi; tidak ada udzur dan alasan bahwa kita belum sanggup menegakkan Islam dan membela kaum muslimin. Islam tidak tegak dan ummat Islam dizhalimi; karena kita telah terkena penyakit “wahn” (cinta dunia dan takut mati). Kita meninggalkan Jihad dan Jamaah (Persatuan ummat Islam sedunia di atas dasar Syariat dan Daulah). Kita merasa aman dan nyaman dengan sistem sekuler dan pengkotak-kotakan ummat Islam dalam nation state, yang sudah berjalan sekian lama. Yang mengebiri potensi dan keinginan kita untuk bersatu dan menegakkan Jamaah atau Khilafah Islamiyah yang mengatur dunia. Padahal itulah taqdir dan amanah yang dibebankan kepada kita ummat Islam. 

13 Tuntutan Arab Saudi dan Sekutunya Soal Konflik Diplomatik dengan Qatar

Foto: Tak lama setelah pemboikotan Qatar oleh Arab Saudi, dengan alasan utama dukungan Qatar terhadap Iran, Arab Saudi justru mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Iran, Haidar al-Abadi.

SILAKAN BACA TIGA BELAS TUNTUTAN YANG SANGAT TIDAK MASUK AKAL INI DAN PERHATIKAN BETAPA KENTAL PENGARUH AMERIKA DALAM KRISIS QATAR INI.

Okezone (24 Juni 2017)

ARAB Saudi dan sekutunya mengeluarkan 13 ultimatum yang menuntut Qatar memenuhi semua isi perjanjian jika ingin mengakhiri konflik diplomatik di antara mereka. Seruan itu kabarnya bersifat rahasia, tetapi isinya bocor juga ke publik.

Continue reading “13 Tuntutan Arab Saudi dan Sekutunya Soal Konflik Diplomatik dengan Qatar”

War on Terror Pasca Riyadh Summit

Krisis Qatar memang memalukan. Gempuran Koalisi atas Raqqah memang memilukan. Tapi itu hanyalah akibat dari krisis al-Wala’ wal Bara’ yang menimpa ummat Islam khususnya pemerintahnya. Qatar memang merana dan Suriah jelas menderita, tapi semua itu hanyalah musibah yang dirasakan di dunia ini. Namun musibah terbesar adalah musibah atas agama yang akan ditanggung di dunia dan di akhirat. Kesalahan para pemimpin dunia Arab yang berkoalisi, menjadikan kuffar Amerika sebagai wali, mitra dan pimpinan mereka dalam program War on Terror. Suatu propaganda palsu yang targetnya adalah memerangi Islam dengan Ghazwul Fikri (perang pemikiran) dan memerangi muslimin dengan Ghazwul ‘Askari (perang militer). Data dan faktanya sudah terpampang sangat banyak dan jelas. Kalau Allah Ta’ala sudah berulang-ulang mengancam dan memperingatkan kita dalam al-Quran agar tidak berkoalisi dengan kaum kuffar, apa lagi yang perlu diragukan? 

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang yang di luar kalanganmu (orang kafir) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti.” [QS. Ali ‘Imran 3:118]

Pasca #RiyadhSummit yang melahirkan International Center to Combat Terrorism (Pusat Internasional untuk Memerangi Terorisme) di Riyadh, Arab Saudi; ummat Islam harus terus diingatkan untuk kritis dan waspada. Krisis Qatar dan penghancuran Raqqah hanyalah pemanasan. Pembunuhan karakter Hamas dan Ikhwanul Muslimun sebagai organisasi teroris baru langkah awal. Tidak menutup kemungkinan setelahnya, semua gerakan dakwah akan digulung satu persatu, termasuk dakwah salafiyah. Jalan ke arah sana sudah dirintis dan dimulai. Target final War on Terror terhadap Islam sangat jelas; ajaran Jihad dan cita-cita Islam Kaffah termasuk Khilafah Islamiyah adalah ajaran radikalisme yang harus dihapus dari Islam. 

“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti Millah mereka. Katakanlah, Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.” [QS. Al-Baqarah 2:120]

*video pembicaraan kaum kuffar untuk mengubah buku-buku pengajaran Islam.

HAKIKAT WAR ON TERROR ADALAH MEMERANGI ISLAM DENGAN GHAZWUL FIKRI (PERANG PEMIKIRAN) DAN MEMERANGI MUSLIMIN DENGAN GHAZWUL ‘ASKARI (PERANG MILITER). BERKOALISI DENGAN KUFFAR DALAM WAR ON TERROR BERARTI MENJADIKAN KUFFAR SEBAGAI WALI, MITRA DAN PIMPINAN DALAM MEMERANGI ISLAM DAN MUSLIMIN.