Karakteristik Generasi 554 dan Fenomena Riddah

Akhir zaman ini adalah zaman fitnah, zaman maraknya ujian dan bencana yang berat dan dahsyat, baik secara mental maupun fisik, sehingga banyak diantara kaum muslimin yang murtad. Riddah atau keluar dari Islam (pelakunya disebut murtad) di sini bukan hanya murtad dengan sadar alias keluar dari Islam atau ingkar setelah beriman. Melainkan juga murtad tanpa sadar. Masih mengaku atau merasa muslim, padahal telah melakukan perbuatan yang bernilai kufur. Fenomena riddah ini tidak hanya melanda orang-orang awam, melainkan juga melanda orang-orang berilmu dan pemuka agama. Hal ini terpaksa dan harus kita ungkapkan, agar kita tidak terkejut dan tertipu dengan banyaknya orang-orang yang melakukan perbuatan yang membatalkan keislamannya. Lebih dari itu, agar setiap kita benar-benar waspada dan khawatir terhadap diri kita masing-masing. Mengingat dahsyatnya fitnah di akhir zaman ini!

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda: “Setelah itu akan terjadi fitnah Duhaima’, yang tidak membiarkan seorang pun dari umat ini kecuali akan ditamparnya dengan tamparan yang keras. Ketika orang-orang mengatakan, “Fitnah telah selesai”, ternyata fitnah itu masih saja terjadi. Di waktu pagi seseorang dalam keadaan beriman, namun di waktu sore ia telah menjadi orang kafir. Akhirnya manusia terbagi menjadi dua golongan: golongan beriman yang tidak ada kemunafikan sedikit pun di antara mereka, dan golongan munafik yang tidak ada keimanan sedikit pun di antara mereka. Jika hal itu telah terjadi, maka tunggulah munculnya Dajjal pada hari itu atau keesokan harinya.”  [HR. Abu Dawud no. 3704, Ahmad no. 5892, dan Al-Hakim no. 8574. Dishahihkan oleh Al-Hakim, Adz-Dzahabi]

Sudah menjadi Sunnatullah, berat dan banyaknya fitnah (ujian dan bencana) itu juga merupakan pertanda dekatnya pertolongan dari Allah dan kemenangan bagi Islam dan kaum muslimin. Berlarut-larutnya fitnah laksana malam yang gelap gulita, akan diikuti dengan menyingsingnya fajar kemenangan dan mentari yang terang benderang. Banyaknya kaum muslimin yang murtad seperti disebutkan di atas, akan digantikan oleh Allah dengan generasi baru, generasi pilihan yang disebut juga generasi 554 (surat ke-5 atau al-Maidah ayat ke-54). 

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin, bersikap keras terhadap orang-orang kafir, mereka berjihad di jalan Allah, dan tidak takut kepada celaan orang yang mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” [QS al-Maidah 5:54]

Generasi ini memiliki tiga karakteristik: 

1) Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah,

2) Lemah-lembut kepada orang-orang mu’min, tegas-keras kepada orang-orang kafir,

3) Berjihad di jalan Allah dan tidak takut dengan celaan orang dalam berjihad menegakkan Dinullah.

Ketiga karakteristik generasi pilihan yang disebutkan di atas; sesungguhnya sekaligus mengungkapkan sifat dan tabiat yang menyebabkan banyak orang yang murtad dari Islam. Yaitu kebalikan dari ketiga sifat di atas:

1) Allah tidak menyukai mereka dan mereka tidak mencintai Allah

2) Kasar dan keras kepada orang-orang mu’min, lemah-lembut kepada orang-orang kafir.

3) Berjuang di jalan thaghut dan tidak tahan dengan celaan orang dalam menjalankan Islam.

Karakteristik Pertama

Karakteristik pertama generasi pilihan Allah, Generasi 554 adalah Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah. Berbicara tentang cinta antara Tuhan dan hamba-Nya, cukuplah kita tampilkan sebuah ayat dan sebuah hadits di bawah ini.

Firman Allah Ta’ala yang artinya:

“Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” [QS. Ali ‘Imran 3:31]

Rasûlullâh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla berfirman, ’Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan kepadaku, Aku pasti melindunginya.” [HR al-Bukhary]

Dari ayat dan hadits di atas bisa kita simpulkan bahwa untuk menjadi hamba yang dicintai oleh Allah, tidak ada jalan lain, kita harus mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Kita harus mendekatkan diri kepada Allah dengan senantiasa menjalankan ibadah dan adab-adab yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Sebagaimana dijelaskan dalam tulisan sebelumnya, bahwa sifat dan karakter Generasi 554 ini berkaitan erat dengan fenomena riddah atau kafir setelah beriman yang melanda banyak kaum muslimin. Dalam kaitannya dengan karakteristik pertama, fenomena riddah level dasar yang melanda kaum muslimin adalah meninggalkan dan membenci Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, khususnya yang berkaitan dengan ibadah dan adab. Termasuk di dalam kelompok murtad ini antara lain:

– Golongan inkarussunnah yang hanya mau berpegang dengan al-Quran dan menafsirkan al-Quran dengan akal (hawa nafsu) mereka sendiri.

– Orang-orang yang meninggalkan shalat fardhu atau enggan membayar zakat.

– Orang-orang yang mengolok-olok Sunnah Nabi dan menganggapnya tidak relevan lagi atau ketinggalan zaman.

Demikianlah diantara fenomena kemurtadan level dasar yang kita lihat sudah banyak melanda kaum muslimin akibat banyaknya fitnah, ujian dan bencana di akhir zaman. Ujian pertama yang banyak mengakibatkan murtad massal level dasar ini adalah ujian ghazwul fikri (perang pemikiran) yang dilancarkan oleh kaum kuffar. Lewat berbagai media dan sarana, mereka menyebarkan berbagai syubhat (ajaran sesat dan keraguan) serta syahwat (godaan nafsu) yang melemahkan dan menghancurkan iman kaum muslimin.

Dalam situasi demikian inilah, Allah ‘azza wajalla akan memunculkan generasi pilihan yang karakteristik pertamanya adalah dicintai dan mencintai Allah. Mereka teguh dan istiqamah menjalankan ibadah, sunnah, dan adab yang dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Demikianlah sesuai asal kata fitnah dalam bahasa Arab yang berarti membakar emas dan perak sehingga bersih dari kotoran dan menjadi murni kadar kemuliaannya. Maka ujian yang keras dan berat terhadap keimanan, akan menghasilkan manusia-manusia pilihan yang berkualitas. Generasi 554.

Karakteristik Kedua
Karakteristik Generasi 554 yang kedua, “lemah-lembut terhadap orang-orang mu’min dan tegas-keras terhadap orang-orang kafir”. Karakteristik ini adalah buah dari karakteristik pertama. Dimana rasa cinta antara Allah dan hamba-hamba-Nya atau wali-wali-Nya yang beriman dan bertaqwa akan memunculkan pula perasaan cinta dan kasih sayang diantara sesama mereka. Sekaligus memunculkan perasaan benci dan perseteruan terhadap orang-orang yang kufur kepada Allah. Perasaan yang muncul dari iman yang benar, ibadah yang lurus, dan akhlaq yang mulia sebagai petunjuk, bimbingan, dan didikan wahyu Allah dan sunnah Rasul-Nya.

وَاعْلَمُوْۤا  اَنَّ فِيْكُمْ رَسُوْلَ اللّٰهِ ۗ  لَوْ يُطِيْعُكُمْ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنَ الْاَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَ لٰـكِنَّ اللّٰهَ حَبَّبَ اِلَيْكُمُ الْاِيْمَانَ وَزَيَّنَهٗ فِيْ قُلُوْبِكُمْ وَكَرَّهَ اِلَيْكُمُ  الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ ۗ  اُولٰٓئِكَ هُمُ الرّٰشِدُوْنَ 

“Dan ketahuilah bahwa di tengah-tengah kamu ada Rasulullah. Kalau dia menuruti (kemauan) kamu dalam banyak hal, pasti kamu akan mendapatkan kesusahan. Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan, dan menjadikan (iman) itu indah dalam hatimu, serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,” [QS. Al-Hujurat 49:7]

Al-Wala’ atau loyalitas dan kecintaan antara sesama wali-wali Allah. Al-Bara’ atau membenci dan berlepas diri dari musuh-musuh Allah.

اِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ رَاكِعُوْنَ

“Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, seraya tunduk (kepada Allah).” [QS. Al-Ma’idah 5:55]

Karakteristik kedua ini sekaligus mengisyaratkan bahwa fenomena riddah atau murtad massal di kalangan kaum muslimin yang terjadi di akhir zaman, salah satu bentuknya adalah kebalikan dari sifat generasi pilihan tersebut. Orang-orang yang murtad akibat fitnah akhir zaman memiliki mental terbalik, “tegas-keras terhadap orang-orang mu’min dan lemah-lembut terhadap orang-orang kafir”. Saya tidak mau mengulas panjang-lebar tentang fenomena ini. Karena fakta di depan mata kita sesungguhnya terpampang sedemikian nyata.

Karakteristik Ketiga
​Karakteristik Generasi 554 yang ketiga adalah “berjihad di jalan Allah dan tidak takut dengan celaan para pencela”. Karakter ketiga ini adalah realisasi dari karakter yang kedua sebelumnya yaitu ” lemah-lembut terhadap orang-orang mu’min dan tegas-keras terhadap orang-orang kafir”. Ketika di zaman fitnah di akhir zaman, kaum muslimin dizhalimi, disiksa dan diperangi oleh kaum kuffar, generasi pilihan inilah yang tampil membela Islam dan muslimin. Tentunya dengan Jihad di jalan Allah, meskipun resikonya mereka akan dicela dan diberi stigma buruk dengan sebutan teroris, khawarij, dan semacamnya. 

Seperti sudah kita jelaskan sebelumnya, karakter generasi pilihan ini juga menyiratkan karakter orang-orang yang murtad di zaman fitnah di akhir zaman. Yaitu mereka berperang di jalan thaghut karena tidak tahan dengan celaan para pencela. Bisa kita saksikan sendiri bagaimana para penguasa negeri-negeri muslim di Arab sana, yang seharusnya tampil memperjuangkan Islam dan membela muslimin dari rongrongan orang-orang kafir; justru mereka ikut dan bergabung dalam Sekutu atau Koalisi yang dipimpin oleh dedengkot kuffar di bawah panji “war on terror”. Padahal mereka sudah tahu sebagaimana dunia juga sudah maklum, bahwa hakikat dari war on terror tidak lain adalah perang melawan Islam dan muslimin. Lihatlah cuplikan video ini, bagaimana gegap gempitanya koalisi arab dan kuffar merayakan “war on terror” yang hasilnya adalah pembantaian kaum muslimin di Daulah Islamiyah, Mosul dan Raqqah. Inilah kenyataan di akhir zaman, dan inilah bukti kebenaran firman Allah Ta’ala akan fenomena riddah dan munculnya generasi pilihan, generasi 554.

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ   ۚ  وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ الطَّاغُوْتِ فَقَاتِلُوْۤا اَوْلِيَآءَ الشَّيْطٰنِ ۚ  اِنَّ كَيْدَ الشَّيْطٰنِ كَانَ ضَعِيْفًا

“Orang-orang yang beriman, mereka berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, maka perangilah kawan-kawan setan itu (karena) sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.” [QS. An-Nisa’ 4:76]

Wallahu a’lam wa kafa billahi hadiyan wa nashira.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s