Apakah Tragedi Rab’ah Terulang di Qatar?

*photo: satu grup angkatan bersenjata Turki telah tiba di Qatar untuk memulai latihan militer gabungan

By: Nandang Burhanudin

(1) Lupakan kajian Sunnah dari ustadz Sunnah yang perangai dan sikap politiknya tidak sesuai Sunnah. Politik Sunnah yang dimaksud, negara harus menjadi pelindung agama, nyawa, harta, kehormatan, generasi, dan lingkungan.

(2) Dimana para ustasz Sunnah, ketika Abdurrahman Rasyid, seorang intel Saudi yang menyamar menjadi wartawan dan menguasai media semisal AlArabiyah dan Asy-Syarq Ausath. Ia mengancam negara berdaulat Qatar, akan di”rab’ah”kan.

(3) Tragedi Rab’ah, pembantaian ribuaan jamaah antikudeta dibantai di bulan Ramadhan usai peringatan Lailatul Qadar. Tidak hanya dibantai, mereka dibakar untuk kemudian disiram air tinja sebelum jasadnya dibuang percuma.

(4) Tragedi kemanusiaan yang dilakukan AsSisi, Mendagri Mesir Ibrahim. Didanai Emirates Arab, Kuwait dan restu Raja Abdullah di Saudi Arabia. Sekali lagi, kalangan pengklaim Sunnah tidak jauh beda dengan kalangan pengklaim Aswaja, diam membisu. Apa sebab?

(5) Sebab yang menjadi korban pro Ikhwanul Muslimin. Organisasi yang dianggap ancaman oleh Yahudi Israel, disesatkan Salafy, dituduh anti tahlil oleh Aswaja, dianggap budak demokrasi oleh HT, diposisikan ancaman bagi rezim-rezim diktator.

*foto coretan dukungan terhadap Qatar tampak di Arab Saudi dimana simpati kepada Qàtar bisa dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. tertulis: “kullunaa tamiim” artinya kita semua Tamim (nama pemimpin Qatar).

(6) Apa yang ditulis Abdurrahman Rasyid, semakin memperkuat peran Saudi dslam pembantaian Rab’ah. Ancaman yang nampak akan benar-benar direalisasikan: menginvasi Qatar secara militer dan menumbangkan Emir Tamim.

(7) Qatar tentu berbeda dengan demonstran Rab’ah. Qatar semakin memperkokoh ikatan dengan Turki. Hal yang menakutkan koalisi Saudi, UAE, Bahrain, Mesir. Turki sudah mengirimkan armada militernya ke Qatar. Mesir menganggap Turki sedang show of force. Teluk mengancam UE, pilih mereka atau Qatar.

(8) Saya prediksi, perang terhadap Qatar akan terjadi seiring pembukaan hubungan diplomatik antara Saudi dan Israel. Jika hal ini terjadi, maka target yang dibebankan Loby Yahudi kepada Donald Trump sempurna dijalankan. Qatar sudah jelas menolak 13 tuntutan yang dianggapnya hanya fitnah.

(9) Pertanyaannya, apakah proposal Bernard Louis yang membagi Saudi menjadi 3 keemiran justru akan terjadi secepat yang direncanakan? Adapun Mesir, nampaknya deklarasi Republik Koptik dan pemindahan warga Palestina ke Sinai tinggal menghitung minggu.

(10) Jadi pada faktanya, ustadz Sunnah tidak jauh beda dengan Kiai Aswaja. Perbedaan hanya di masalah tahlil, isbal, qunut. Tapi menjadi curiga, suara mereka hampir tak terdengar menyikapi pmbantaian manusia tak berdosa. Padahal melenyapkan satu nyawa manusia, sudah jelas dalil dari Quran dan Sunnah.

(11) Saya selalu berdoa, Teluk dan negeri Hijaz kembali ke pangkuan Islam yang dibawa baginda Nabi. Islam yang tegas melawan arogansi kafir Quraisy dan koalisi Salibis, Zionis, Atheis. Bukan Islam yang sekedar jargon atau klaim yang tak bersenyawa dengan firman Allah Ta’ala. Wallahu A’lam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s